Potensi dan Peluang Kabupaten Kutai Timur dan Kabupaten Berau difokuskan pada sektor Pertanian, Kehutanan dan Perikanan tepatnya pada sub-sektor perkebunan. Peluang pengembangan sektor ini juga disertai dengan pengembangan sektor Transportasi dan Pergudangan yang mendukung mobilisasi barang dan orang dalam kegiatan hulu hingga hilir perkebunan
Provinsi Kalimantan Timur
Potensi dan peluang sub-sektor perkebunan di Kabupaten Kutai Timur sejalan dengan arah pengembangan yang ingin difokuskan pada komoditas kopi dan kakao yang ada dengan rencana Kerjasama dengan Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia (Puslitkoka). Berdasarkan hasil analisis sektor basis, komoditas kakao dan kopi merupakan 2 (dua) komoditas dengan nilai sektor basis tertinggi dengan luas perkebunan kakao sebesar 3.607,80 Ha dan kopi sebesar 88,3 Ha. Hasil analisis kelayakan investasi pada sub-sektor perkebunan menunjukkan bahwa untuk komoditas kakaovmemiliki nilai NPV positif dengan nilai pengembalian usaha sebesar 31,27% dalam jangka waktu / payback period selama 5 tahun. Sedangkan untuk kopi memiliki nilai pengembalian usaha sebesar 41,41% dalam jangka waktu / payback period selama 4 tahun 6 bulan. Kedua komoditas ini memiliki prospek usaha yang menguntungkan dalam pengembangannya Potensi dan peluang sub-sektor perkebunan di Kabupaten Berau sejalan dengan arah pengembangan daerah melalui adanya Surat Keputusan Bupati telah menetapkan deliniasi kawasan perkebunan kakao dan terdapat rencana pemetaan kawasan perkebunan kelapa di tahun 2025. Berdasarkan hasil analisis sektor basis, komoditas kakao dan kelapa dalam merupakan 2 (dua) komoditas perkebunan dengan nilai sektor basis tertinggi dengan luas perkebunan kakao sebesar 987,8 Ha dan kopi sebesar 2.314,17 Ha. Hasil analisis kelayakan investasi pada sub-sektorVII-2 perkebunan menunjukkan bahwa untuk komoditas kakaomemiliki nilai NPV positif dengan nilai pengembalian usaha sebesar 35,25% dalam jangka waktu / payback period selama 4 tahun 11 bulan. Sedangkan untuk kelapa dalam dengan analisis kelayakan selama 50 tahun memiliki nilai pengembalian usaha sebesar 41,41% dalam jangka waktu / payback period selama 9 tahun 8 bulan. Pengembangan kedua komoditas ini perlu diiringi dengan strategi pengembangan yang dapat mendukung peningkatan hasil produksi serta keuntungan.